VIRUS

on Thursday, September 15, 2011

Makhluk yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi manusia, ia sering diidentikkan dengan penyakit karena umumnya kita mengenal virus sebagai salah satu agen penyebab penyakit. Tentu kita belum lupa kehebohan penyakit flu burung dan flu babi yang membuat kita bergidik ngeri. Bagaimana tidak? makhluk tak kasat mata itu bisa membuat manusia tiba-tiba tak berdaya, bahkan tak jarang mengantarkan pada kematian. Selain flu, banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus, seperti hepatitis, cacar, rabies, beberapa jenis kanker, HIV AIDS dan lain-lain.

 Kata “virus” berasal dari bahasa latin yang berarti toxin atau racun. Sejak diketemukan tahun 1898, sudah lebih dari 5000 jenis virus yang berhasil diungkapkan identitasnya, tersebar hampir di semua ekosistem di muka bumi ini, ada yang menginfeksi manusia, tanaman, hewan besar, hewan kecil, archaea dan bahkan bakteri yang imut-imut pun dia serang juga.

Benda Hidup atau Mati?

Virus selalu mengintervensi tubuh atau sel makhluk hidup lain. Saat berada di luar sel inang, virus tak lebih hanyalah sebuah paket bahan kimia yang terdiri atas kapsid (protein selubung tubuh) dan materi genetik berupa asam nukleat. Virus tidak dapat berkembang biak, tidak dapat makan dan menghasilkan energi untuk ‘kehidupannya’, sehingga virus lebih tepat disebut benda mati saat berdiri sendiri. Tapi begitu virus menemukan sel inang dan berhasil masuk ke dalamnya, mereka dapat bereproduksi untuk memperbanyak diri, ia juga mengambil energi yang ia perlukan untuk tumbuh dan ‘hidup’, dan yang paling berbahaya, umumnya virus akan menyebabkan inangnya sakit.

Karena sifatnya yang seperti itu, ilmuwan pun berbeda pendapat, apakah virus makhluk hidup atau benda mati? Namun akhirnya virus digolongkan sebagai makhluk peralihan dari benda mati ke makhluk hidup. Hmm…dasar virus, sukanya bikin bingung orang.

Sejarah Penemuan Virus

Virus yang pertama kali berhasil diidentifikasi dan dikristalisasi adalah Tobacco Mozaic Virus (TMV) yang menyebabkan penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Adalah Wendell Meredith Stanley, ahli biokimia asal Amerika Serikat yang berhasil mengkristalkan virus tersebut pada tahun 1935. Penemuan virus ini tidaklah mudah, perlu waktu setidaknya 15 tahun sejak penyakit mozaik tembakau pertama kali diteliti oleh Adolf Meyer tahun 1883 hingga diketahui bahwa peyebabnya adalah virus. Pada tahun 1892 Dimitri Ivanowsky sempat menyimpulkan bahwa penyebab penyakit mozaik tembakau adalah senyawa toksin yang dihasilkan bakteri, namun pendapat ini dibantah oleh Martinus Beijerinck di tahun 1897 yang berhasil membuktikan bahwa benda tersebut bukanlah bakteri dan bukan pula senyawa kimia toksin.

Beijerinck mengulang percobaan Ivanowsky dengan menyaring ekstrak daun tembakau yang terinfeksi melalui suatu filter yang pori-porinya berukuran lebih kecil dari bakteri. Meskipun seluruh partikel dan bakteri sudah tersaring, namun air saringan (filtrat) yang lolos dari filter tetap menunjukkan kemampuan menginfeksi. Maka Beijerinck menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah suatu agen penyakit jenis baru. Ia menamakannya contagium vivum fluidum (kuman hidup yang dapat larut) yang kemudian disebut virus . Beijerinck berkeyakinan bahwa virus itu berbentuk cairan di alam, namun belakangan Stanley berhasil membuktikan bahwa virus TMV dapat dikristalkan.
Struktur Virus

Ukuran tubuh virus sangat kecil, kira-kira 30 nm – 450 nm saja, jauh lebih kecil dari bakteri pada umumnya yang berukuran mulai dari 500 nm. Struktur tubuh virus sangat sederhana namun efektif, seperti tadi disebutkan bahwa virus hanya terdiri atas materi genetik (DNA atau RNA) yang dilindungi oleh selubung protein yang disebut kapsid, dan beberapa jenis virus kapsidnya diselubungi oleh amplop.

Berikut ini adalah struktur virus secara umum, masing-masing virus tentu saja memiliki struktur tubuh yang berbeda-beda bentuknya.



Image source: http://sciencebiotech.net/wp-content/uploads/2010/03/virus_structure.gif
source: http://sciencebiotech.net/

0 comments: